Minggu, 02 September 2012

Tersadar

Postingan ini sih sebenarnya lebih ke jawaban penenang dalam “kesendirian” aku (tidak punya pacar) hehe....
Pacaran. Suatu hal yang rasanya sudah jadi tindakan “trend” di sebagian kalangan remaja. Bahkan tidak hanya di kalangan remaja saja, anak-anak SD yang istilahnya masih ingusan dan dinina boboin mama, banyak yang sudah berpacaran. Miris kan ??
Sudah punya berapa ?” “Kapan nih bawa aa nya?” “Kenalin dong pacarnya orang mana!” ...  
Aku yang selalu dibuat terdiam dan hanya tersenyum saat orang-orang melontarkan kata-kata itu. Atau jika kata itu terlontar dari mulut mama, aku selalu menjawab “nanti”. Saat itu, aku terlalu sulit menerima lelaki untuk status “pacar”. Aku memang bisa dikatakan tipe cewe pemilih, tapi tidak keterlaluan sih. Semua itu karena aku bercermin dari cerita teman-teman yang diselingkuhin lah, dikerasin pacar lah, over protectiv lah. Tak hanya dari cerita orang pacaran, aku bercermin dari mereka yang sudah berkeluarga yang tidak sedikit ada penyesalan karena mereka terlalu terburu-buru dan tak berhati-hati memilih pasangan.
Tak menampik, aku pun sudah pernah pacaran. Ya meski  jarang banget ada waktu bertemu, komunikasi pun seringnya lewat media komunikasi dan itupun ga setiap detik, menit,  jam, kita ada waktunya. Sebenarnya sih kalau dipikir-pikir ga ada sesuatu yang mencolok untuk bedain teman dan pacar selain di status saja. Buktinya selama pacaran aku pun berkomunikasi seperti halnya aku bersama teman-teman yang lain. Paling ya beda perhatiannya aja, misal “udah makan belum” “udah pulang?” “udah shalat?”.. (Kaya punya pengawal aja ya :D) Memang, alibi punya pacar yang katanya “penyemangat belajar”  itu aku rasakan. Tapi, buyarnya konsentrasi juga aku rasakan. Betapa tidak, dikit-dikit kangen, dikit-dikit inget, dikit-dikit terbayang  (Lebay yah kalau diingat? :D). Atas banyak pertimbangan akhirnya status pacaran hanya bertahan beberapa bulan dan kami putuskan untuk kembali menjadi teman. Setelah itu, aku menghabiskan waktu  berkomunikasi  hanya dengan keluarga dan teman-teman.
Ditengah aku yang terkadang merasakan kesepian dan  kata orang sedang berstatus “jomblo”, aku menemukan petuah-petuah yang membuat aku merasa tersadar dan termenung. Petuah-petuah tersebut aku dapat dari tweetnya ustadz @felixsiauw . Berikut isinya : 

1. pacaran itu menjalin silaturahim | "silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran" 
2. pacaran itu bikin semangat belajar | "semangat belajar maksiat?"
3. pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | "ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?"
 4. pacaran itu sekedar penjajakan kok | "serius nih penjajakan? ketemu ibu-bapaknya berani?" 
5. kasian kalo diputusin | "justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?" 
6. kasian dia diputusin, aku sayang dia | "putusin itu tanda sayang, kamu minta dia untuk taat sama Tuhannya, betul?"
 7. putus itu memutuskan silaturahim | "silaturahim itu kekerabatan, sejak kapan dia kerabatmu?" 
8. nggak tega putusin.. | "berarti kamu tega dia ke neraka karena maksiat? apa itu namanya sayang?" 
9. aku nggak zina kok, nggak pegang2an, nggak telpon2an, kan nggak papa? | "nah bagus itu, berarti gak papa juga kalo putus" 
10. berat mutusin | "semakin berat engkau tinggalkan maksiat untuk taat, Allah akan beratkan pahalamu :)"
11. pacaran itu makan waktu, makan duit, makan hati | mending waktu, duit dan hati diinvestasikan ke Islam, 
12. pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran, 
14. wanita, coba pikir, inginkah berkata pada suamimu pasca akad kelak "aku menjaga diriku utuh untukmu, untuk hari ini :)"
15. lelaki, coba pikir, senangkah bila engkau menikah lalu ketahui bahwa istrimu mantan ke-7 laki-laki berbeda?
16. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?
17.pacaran itu penambah semangat belajar | "oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta'ala?"
18. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja.
19.pacaran memang serasa indah (hanya sesaat sebelum galau tangis menghampiri) | karena itulah pacaran pasti banyak galaunya.
20. pacaran memang serasa berbunga, umbar sayang cinta demi nafsu sebentar | karena memang tiada pikirkan tentang masa depan.
21. jadi jelas | pacaran tak jamin kenal, bahkan tidak ada sama sekali keuntungannya | eh, mungkin bagi lelaki hidung belang ada untungnya.
22.  Islam punya khitbah lalu ta'aruf, ta'aruf sendiri artinya adalah perkenalan | sehingga tak beli kucing dalam karung.
23.saat ta'aruf, konfirmasi dan doa bukan hanya datang dari wanitanya | tapi dari yang miliki wanita, ayah dan ibunya.
24.dan coba pikirkan | bukankah kedua insan yang cintai Zat yang sama, Allah | maka mereka akan saling mencintai satu samalain?.
25.cinta dan benci mereka sama, pandangan tentang baik dan buruk mereka sama | standarkan aturan Allah dan lisan Rasul-Nya.
26.  bila sama-sama menjaminkan urusannya pada Allah, maka apa yang bisa membuat pasangan ini bertengkar hebat? | hampir tak ada.
27. bilapun ada masalah, hanya riak kecil pernikahan | cemburu yang buat nikmat bercumbu, rajukan yang buat nikmat merayu | ah itu biasa :).
28.  istri tak khawatirkan suami bermain dengan wanita lain, kasar pada dirinya, tak tanggung jawab padanya, karena suaminya menaati Allah
29.suami pun tak sekalipun khawatir pada istrinya, karena istrinya taat pada Allah, itu menjamin taatnya istri pada suami.
30. Maih punya pacar ? Udah Putusin Aja. 

   Nah, ada banyak kesimpulan yang dapat diambil : 
1.  Pikirkan matang-matang dalam memutuskan untuk berpacaran. Cinta itu tidak diobral untuk lelaki yang bukan muhrim.
2.       Pikiran aku tentang “kesepian tak berpacar” itu SALAH BESAR. Itu sebenarnya lebay. Buktinya aku sering merasakan keramaian saat berada di tengah teman-teman dan keluarga. Hanya saja aku terlambat menyadari dan mengakui karena pikirannya hanya ke pacar.
3.       Status pacaran yang hanya bertahan beberapa bulan ternyata itu bukan musibah tapi anugerah. Betap tidak, Allah telah melindungi kami dari maksiat yang berkepanjangan. Alhamdulillah.
4.       Jomblo itu bukan berarti ga laku, tapi YAKIN lah Allah telah menyiapkan lelaki baik-baik karena kita sudah menjaga kesucian cinta. Cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya.
5.       Atas kehendak rasa cinta yang Allah berikan, pandai-pandai lah kita mengimplementasikan nya.  CINTAILAH DIA DALAM DIAM.
6.       Cinta itu tak harus dikukuhkan oleh pacaran, cinta cukup dikukuhkan oleh NIKAH.
7.       Tahan rayuan dan pujian karena paham kita belumlah mampu menikah, itulah CINTA
8.       Tidak  buat membuat menggalau dengan memberi harapan,sedangkan kita tahu masih banyak yang harus diselesaikan, itulah CINTA.

Oke, mudah-mudahan ada manfaatnya. Maaf bukannya sok alim, tapi hanya menggali hikmah dibalik kejadian yang aku alami dan tentunya berusaha untuk menjadi lebih baik. 

Yuu saling mengingatkan dan berbagi .........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar