Aku membanggakannya, mengidolakannya. Bukan bukan, ini bukan tentang selebritis, bukan pula tentang politis.
Beliau, M.Ruhiyat, lelaki yang lahir 73 tahun yang lalu. Seorang ayah bagi ketiga anaknya juga menantunya, seorang kakek bagi keenam cucunya. Sosok ayah dan kakek yang hebat nan kuat.
Sudah 8 tahun lamanya kakek sakit. Hingga puncaknya, minggu yang lalu kakek harus dirawat di Rumah Sakit. Kakek sakit komplikasi. Selain diabet, ginjal, jantung, dan liver nya mengalami malfungsi. Wajahnya pucat banget, Hbnya cuman 3 hingga setiap hari beliau harus ditransfusi. Saat jarum nusuk ke tangannya, beliau bilang "Mangga, pasrah saja", santai saja liatin sambil sesekali bercanda ke perawat. Perawatnya kurang pas nusuk hingga tangan kakek kembung, darahnya bercucuran banyak, dan terpaksa nusuk ulang lagi. Aku saja yang hanya lihat meringis, tapi kakek kalem. Hanya sudahnya, beliau bilang "Pantesan kata orang-orang ga mau dirawat, ternyata seperti ini", dengan wajah yang tetep kalem. Tuhkan, berarti emang bener sakit. Bahkan sebelum dan selama dirawat, mimik beliau tak sedikitpun mengeluh, memperlihatkan kesakitan. Senyuman tak pernah hilang dari wajah beliau. Hebat bukan?
Kerabat dan teman berdatangan nengokin beliau. Dari yang dekat hingga jauh pun ada. Diantara pasien yang ada di ruang utama, sepertinya kamar kakek yang sering didatangi orang-orang. Dari hari pertama beliau dirawat, setiap harinya tak pernah sepi penengok sampai istilahnya kamar kakek jadi gudang makanan heheh rezeki buat yang jaga. Alhamdulillah setelah 5 hari dibolehin pulang. Kakek dibawa ke rumah aku dulu karena masih harus kontrol, dan kebetulan jarak rumah kakek ke RS sangat jauh, butuh waktu 4 jam. Sesampainya di rumah, tetangga berdatangan menengok. Kamar yang sudah ditinggalkan kakek juga masih didatangi orang. Haru, ternyata disini, di rumah anaknya bukan rumah beliau, dan tak banyak orang dikenalnya tetapi banyak orang yang peduli padanya. Tetangga bilang, katanya disetiap pengajian selalu dikhususkan untuk mendoakan kakek, subhanallah. Banyak sekali doa untuk beliau, sekalipun dari mereka yang tak mengenalinya.Alhamdulillah...
Rabu, 29 Januari 2014
Minggu, 19 Mei 2013
Mengawali 'Kepala Dua'
Alhamdulillah minggu kemarin 12 Mei, Allah tambahkan satu tahun lagi umur aku di
dunia. Dan terus terang kemarin itu merupakan ulang tahun yang sangat luar biasa yang aku alami sepanjang hidup ini...
Ketika tepat pukul 00.00 aku mulai menangis, tangis haru karena alhamdulillah masih diberikan umur. Tak lama handphone berbunyi, seperti biasa ada ucapan dari teman-teman lewat sms juga twitter. Tapi aku tidak langsung membalasnya karena saat itu aku setengah sadar dan masih ingin merapatkan mata kembali.....
Lalu paginya, tak biasanya aku tak mendapatkan surprise dari orang rumah. Aku hanya mendapati ucapan dan doa dari mama, itu saja. Baiklah, kupikir bahagia saat mendapatkan surprise akan tergantikan dengan acara syukuran nanti sore. Kemudian aku menyibukkan diri membantu menyiapkan...
Siangnya, tak disangka tak diduga, teman-temanku datang ke rumah dengan sebuah kue ulang tahun dan sebungkus tepung terigu. Yah seperti biasa ada acara tiup lilin dan guyur tepung
.Aku shock, aku terkejut, aku terharu karena sebela itu mereka ngelakuin sesuatu yang akan berkesan di hari ulang tahunku. Kata Ambar sang pencetus ide, surprise nya sudah terencana jauh-jauh hari. Entah karena mereka yang terlalu pintar atau aku yang terlalu cuek karena fikirku hari itu hari minggu jadwalnya mereka pulkam jadi tak terbayang ada rencana seperti itu. Tak tercium sedikitpun curiga. Sempat, pas pagi harinya aku dibingungkan oleh Bi Nyai karena pagi-pagi sudah sibuk masak. Aku tanya kenapa pagi sekali karena acaranya kan sore, Bi Nyai dengan datarnya menjawab 'ga tau mama'. Oh mungkin temannya bapak yang mau dateng, aku tidak begitu kepo saat itu. Yang jelas rencana mereka rapi dan berhasil #tepuktangan 
. Yang lebih mengejutkan diam-diam ternyata mama juga salah satu pendukung dari rencana tersebut. Dan aku mulai berfikir, oh ternyata ini surprise nya dari mama 

Di sore harinya, alhamdulillah kebetulan lagi ada rezeki, di rumah kami ngadain syukuran kecil-kecilan yang dihadiri oleh ibu-ibu sekitaran rumah. Tambah bahagia karena kakek ikut menyaksikan acaranya.....
Ketika tepat pukul 00.00 aku mulai menangis, tangis haru karena alhamdulillah masih diberikan umur. Tak lama handphone berbunyi, seperti biasa ada ucapan dari teman-teman lewat sms juga twitter. Tapi aku tidak langsung membalasnya karena saat itu aku setengah sadar dan masih ingin merapatkan mata kembali.....
Lalu paginya, tak biasanya aku tak mendapatkan surprise dari orang rumah. Aku hanya mendapati ucapan dan doa dari mama, itu saja. Baiklah, kupikir bahagia saat mendapatkan surprise akan tergantikan dengan acara syukuran nanti sore. Kemudian aku menyibukkan diri membantu menyiapkan...
Siangnya, tak disangka tak diduga, teman-temanku datang ke rumah dengan sebuah kue ulang tahun dan sebungkus tepung terigu. Yah seperti biasa ada acara tiup lilin dan guyur tepung
Di sore harinya, alhamdulillah kebetulan lagi ada rezeki, di rumah kami ngadain syukuran kecil-kecilan yang dihadiri oleh ibu-ibu sekitaran rumah. Tambah bahagia karena kakek ikut menyaksikan acaranya.....
Kamis, 09 Mei 2013
Usah Kau Lara Sendiri
Kulihat embun menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas kalau mata ingin berbagi cerita
Kudatang sahabat bagi jiwa
Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa ...
Dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan sana cahya kecil 'tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya ...
Sekali jumpa kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawat beranjak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa
Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa ...
Dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan sana cahya kecil 'tuk membantu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya ...
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas kalau mata ingin berbagi cerita
Kudatang sahabat bagi jiwa
Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa ...
Dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan sana cahya kecil 'tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya ...
Sekali jumpa kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawat beranjak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa
Saat batin merintih
Usah kau lara sendiri
Masih ada asa tersisa ...
Dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan sana cahya kecil 'tuk membantu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya ...
Selasa, 05 Maret 2013
Kamis, 24 Januari 2013
Dari Sebuah Film
Selamat malam..
Niatnya pengen posting sabtu malam kemarin tapi apa daya otak, hati, dan tangan lagi ga sikron. Alhamdulillah malam ini sedikit membaik, dan aku sudah siap untuk bercerita.
*Senyum dulu*:) :)
Jadi gini, bulan Januari ada film yang harus aku tonton. Judulnya " Mika". Filmnya berkisah tentang sepasang kekasih, Mika (Vino G. Bastian) dan Indi ( Velove Vexia) yang keduanya diuji dengan penyakit yang cukup serius. Mika terkena HIV/Aids dan Indi salah satu penderita skoliosis kelainan tulang belakang hingga harus dipapah dengan besi penyangga tubuh selama 23 jam (brace).
Nah, bukan soal percintaan anak remajanya tapi 'skoliosis' nya itu yang ngebuat aku untuk wajib nonton filmnya.
Kisah nyata yang diadaptasi dari Novel berjudul "Waktu Aku Sama Mika". Aku udah punya novelnya 3 tahun yang lalu, saat aku masih kelas 2 SMA dan sempat novel itu berkeliling di kelas. Karena novelnya sempat dibaca teman-teman, aku berinisiatif mengajak mereka yang udah baca untuk nonton filmnya. Aku sempat bingung, soalnya ada beberapa orang yang ingin aku ajak dan juga mengajak untuk nonton Mika. Sama semuanya juga mau tapi ga mungkin dalam waktu bersamaan. Setelah berfikir panjang, aku rasa teman SMA lah yang tepat ya lumayan bisa jadi ajang reunian juga kan. Awalnya sih ragu, tapi ya apa salahnya dicoba. Alhamdulillah ternyata ada beberapa yang antusias ingin menonton. Setelah berunding akhirnya diputuskanlah hari sabtu. Rencana yang mau ikut lebih dari 10 orang tapi beberapa diantara mereka ada halangan, jadi hanya berempat saja :(
Selain teman-teman SMA, aku juga ngajakin temen skolioser Tasik namanya Teh Winda.
Niatnya pengen posting sabtu malam kemarin tapi apa daya otak, hati, dan tangan lagi ga sikron. Alhamdulillah malam ini sedikit membaik, dan aku sudah siap untuk bercerita.
*Senyum dulu*:) :)
Jadi gini, bulan Januari ada film yang harus aku tonton. Judulnya " Mika". Filmnya berkisah tentang sepasang kekasih, Mika (Vino G. Bastian) dan Indi ( Velove Vexia) yang keduanya diuji dengan penyakit yang cukup serius. Mika terkena HIV/Aids dan Indi salah satu penderita skoliosis kelainan tulang belakang hingga harus dipapah dengan besi penyangga tubuh selama 23 jam (brace).
Nah, bukan soal percintaan anak remajanya tapi 'skoliosis' nya itu yang ngebuat aku untuk wajib nonton filmnya.
Kisah nyata yang diadaptasi dari Novel berjudul "Waktu Aku Sama Mika". Aku udah punya novelnya 3 tahun yang lalu, saat aku masih kelas 2 SMA dan sempat novel itu berkeliling di kelas. Karena novelnya sempat dibaca teman-teman, aku berinisiatif mengajak mereka yang udah baca untuk nonton filmnya. Aku sempat bingung, soalnya ada beberapa orang yang ingin aku ajak dan juga mengajak untuk nonton Mika. Sama semuanya juga mau tapi ga mungkin dalam waktu bersamaan. Setelah berfikir panjang, aku rasa teman SMA lah yang tepat ya lumayan bisa jadi ajang reunian juga kan. Awalnya sih ragu, tapi ya apa salahnya dicoba. Alhamdulillah ternyata ada beberapa yang antusias ingin menonton. Setelah berunding akhirnya diputuskanlah hari sabtu. Rencana yang mau ikut lebih dari 10 orang tapi beberapa diantara mereka ada halangan, jadi hanya berempat saja :(
Selain teman-teman SMA, aku juga ngajakin temen skolioser Tasik namanya Teh Winda.
Rabu, 09 Januari 2013
SEMANGAT !!!!!!!!
Tak ada yang tak mungkin
Bila Allah berkehendak
Apapun bisa terjadi
Apapun bisa terbukti
Mengapa harus ragu?
Satu kali melangkah, mengapa harus mundur kembali ?
Waktu takkan mundur, begitu juga kehidupan
Memang wajar gundah hadir, itu bagian sifat manusia
Namun ku kan selalu mencoba,tuk tetap melangkah pasti
Menggapai asa diri ingin hati
Meski onak dan duri terhampar, melukai kaki
Kutahankan rasa sakit, ku tak patah arang
Berbekal keyakinan diri, menggenggam barisan doa
Menatap hidup dan kehidupan dengan sepenuh kemantapan
LIFE MUST GO ON VYYYY....
SE to the MA to the NGAT!!!!!!!!!!!!
Bila Allah berkehendak
Apapun bisa terjadi
Apapun bisa terbukti
Mengapa harus ragu?
Satu kali melangkah, mengapa harus mundur kembali ?
Waktu takkan mundur, begitu juga kehidupan
Memang wajar gundah hadir, itu bagian sifat manusia
Namun ku kan selalu mencoba,tuk tetap melangkah pasti
Menggapai asa diri ingin hati
Meski onak dan duri terhampar, melukai kaki
Kutahankan rasa sakit, ku tak patah arang
Berbekal keyakinan diri, menggenggam barisan doa
Menatap hidup dan kehidupan dengan sepenuh kemantapan
LIFE MUST GO ON VYYYY....
SE to the MA to the NGAT!!!!!!!!!!!!
Minggu, 18 November 2012
Berkesan dan Bahagia
Libur 5 hari, itu sangat langka bagi kita. Maklum jadwal kuliah kita masih kaya anak OSIS, dalam seminggu paling liburnya 2 hari bahkan 1 hari (anak OSIS banget kan ? u.u) Belum lagi, hari libur tuh ga bisa dipakai buat free day , tapi udah jadi "hari melapor". Laporan-laporan praktikum melambai-lambai minta dikerjain #Okeinilebay :D. Itu sih rutinitas bagi anak-anak yang rajin *kedip-kedip*. Iya bener anak rajin *kedipbanyak*, bagi mereka yang pemalas, laporan-laporan bisa 'copy paste' dan tentunya ga akan menghabiskan waktu seharian, dua jam juga udah beres. Bangga dong kita anak rajin, meskipun otak ga terlalu pintar tapi setidaknya alhamdulillah tidak punya jiwa pemalas *senyumlebar*. Looh jadi kesana yaa..... #belok
#Balik lagi ke masalah liburan. Jadi, libur 5 hari tuh triple sayang kalau disia-siakan, ga dimanfaatin. Nah aku sama Ambar ada rencana pengen liburan, juga ngewujudin kemauan kita yang sempet tertunda. Dari dulu, we wanna go to Darajat heheh...
Setelah mempertimbangkan ini itu, akhirnya sepakat hari kamis kita berangkat. Going to Garut *dance*.....
Dan YAAAAAY, Alhamdulillah akhirnya sampai di Darajat.
#Balik lagi ke masalah liburan. Jadi, libur 5 hari tuh triple sayang kalau disia-siakan, ga dimanfaatin. Nah aku sama Ambar ada rencana pengen liburan, juga ngewujudin kemauan kita yang sempet tertunda. Dari dulu, we wanna go to Darajat heheh...
Setelah mempertimbangkan ini itu, akhirnya sepakat hari kamis kita berangkat. Going to Garut *dance*.....
Dan YAAAAAY, Alhamdulillah akhirnya sampai di Darajat.
Langganan:
Postingan (Atom)