Bila hanya kehampaan yang kau suguhkan..
Kau singgahi hatiku hanya untuk bersandar..
Sungguh.. Ku rasa batin tiada kuasa terima..
Tak inginku kisah yang larut disatu langkah lenyapkan segala harap..
Ku takut tatap matamu terpukau oleh indah mimpi baru..
Ku tak ingin kau menjadi mimpi nyata..
Kau menjelma menjadi madu..
Manis , namun pahit begitu ku rasa..
Mengapa ku harus mengenal sosok indahmu..
Yang ternyata hanya bayang semu..
Terbuai ku oleh alunan nada indah cintamu..
Rasa yang kau hempaskan di palung jiwaku..
Namun mengapa kini sirna..
Tinggalah tersisa getir pahit cinta sesaat yang kau ciptakan..
Dan kau pergi tinggalkan luka hati..
Aku pun terluka oleh tajamnya goresan cinta..
Kau singgahi hatiku hanya untuk bersandar..
Sungguh.. Ku rasa batin tiada kuasa terima..
Tak inginku kisah yang larut disatu langkah lenyapkan segala harap..
Ku takut tatap matamu terpukau oleh indah mimpi baru..
Ku tak ingin kau menjadi mimpi nyata..
Kau menjelma menjadi madu..
Manis , namun pahit begitu ku rasa..
Mengapa ku harus mengenal sosok indahmu..
Yang ternyata hanya bayang semu..
Terbuai ku oleh alunan nada indah cintamu..
Rasa yang kau hempaskan di palung jiwaku..
Namun mengapa kini sirna..
Tinggalah tersisa getir pahit cinta sesaat yang kau ciptakan..
Dan kau pergi tinggalkan luka hati..
Aku pun terluka oleh tajamnya goresan cinta..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar