Dalam cermin, si rumah menyenangkan ini,
di balik senyum getirnya, terpantul kecemasan
saat-saat ceria terbang pergi,
tawa dan canda turut hilang terbawa angin
dia menarik nafas perlahan, takut akan kesuraman,
terasa aneh, sulit difahami,
menggeliat-geliat di bawah kulit,
di bawah lengan,
di bawah daging,
yang perlahan tapi pasti, terus menghantui
berharap bayangan di dalam cermin,
hanyalah ilusi yang berkhianat
hanyalah kenyataan yang tak sempurna
yang hadir hanya untuk sekedar lewat
dalam pantulan buruk rupa,
dalil-dalil penuh muslihat
di tengah cemooh dan ejekan terselip nyata :
kapankah ia dapat berdiri tegak dengan penuh kebanggaan?
*terjemahan bebas dari kameleongrl*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar